18 Oktober 2011

adzan subuh, the rain and prayer

Tiba-tiba mendadak saya kangen dengan hujan,

bukan karna akhir-akhir ini hujan tak pernah datang lantaran kemarau yang menyela untuk datang di bulan oktober, tapi karna saya memang sedang ingin mendengar suaranya, gemericiknya dan nalurinya yang menyejukan bumi itu. Kini saya selalu menantinya bila azan subuh datang berkumandang. Karena diantara hadir keduanya, ada doa yang ingin saya panjatkan. Dan harapan yang ingin dikabulkan.

Seperti suatu hari yang lalu, entah kapan tepatnya. Hujan datang bersama azan subuh dibelakang rumah. Pagi itu hujan seperti menyediakan sebuah ruang untuk saya, ruang tunggu yang hangat, yang nyaman, yang akhirnya mampu mempertemukan saya lagi denganNya.

 

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun(HR Al Hakim)



 

*Tuhan, jika tak bisa disepertiga malamMu, aku menemuimu, bolehkan aku menemuiMu lagi setelah azan subuh berkumandang. Dan hujan sudah berjanji akan membantuku menceritakan segala doaku kepadaMu..

4 komentar:

  1. kalimat ini begitu dalam sob,
    *Tuhan, jika tak bisa disepertiga malamMu, aku menemuimu, bolehkan aku menemuiMu lagi setelah azan subuh berkumandang.

    salam kenal

    BalasHapus
  2. @ route life : salam kenal juga yaa.. trimaksh.. ijin kunjungan balik:D

    BalasHapus
  3. I love rain... tapi saya lebih menyukai hujan menjelang maghrib.

    BalasHapus
  4. @zukril : sy suka kpn aja.. apalagi klo dirumah smbil minum teh anget:D

    BalasHapus